Selasa, 21 Juni 2011

Slagging

 berikut merupakan foto slagging yang terjadi di PLTU Paiton.
slagging di PLTU Paiton
slagging di PLTU Paiton
Tipe ash deposit:
1| Molten ash (Slag on furnace, superheater area)
2| Alkali salts (area Convective, Air Heater, economizer, duct)
Manakah yang terjadi di PLTU Suralaya?
Lalu membuka handbook manual, tentang kemungkinan utama penyebab terjadinya slagging.
1| Fuel : a. Clay minerals contain, Iron, Calsium, Sodium, Potassium karena ia sangat mempunyai temperatur leleh rendah (AFT-ash fusion temperature). b. Interaction of pyrite, clays, and alkalis with alumino silicates to form low viscosity melts.
2| Equipment : a. Sootblower improperly. b. Poor pulverization of fuel. c. Improper air to fuel ratio. d. Burners damaged or improperly adjusted.
3| Design Related : a. Furnace size too small for fuel. b. Tube material dan jarak antar pipa kurang lebar. c. jauh dari jangkauan Sootblower.
Kedua, Mas Suhardianto harus mengetahui boiler pada PLTU Suralaya di-design untuk batu bara jenis apa, karena batu bara memiliki kandungan kalor yang berbeda dan kandungan pengotor seperti sulfur, abu dan moisture yang berbeda.
Berikut tabel klasifikasi batubara berdasarkan kandungan kalornya.
No.
Class
% C, Dry Basic
% VM, DB
HHV, kcal/kg (AR)
1
Lignite
-

3496 s.d. 4607
2
Sub. Bituminus
-

4608 s.d. 6383
3
Bituminus
69 s.d. 86
14 s.d. 31
5828 s.d. 7770
4
Antracite
86 s.d 98
2 s.d 14
Seperti Intan
Sebagai studi kasus, pada PLTU Paiton yang di-design untuk batu bara class Bituminus, namun pada operasionalnya menggunakan batu bara Sub. Bituminus B dan C.
Nah, bagaimana dengan PLTU Suralaya?
Ketiga, cari tahu hasil uji kandungan batu bara dari pada suplier; Moisture, kandungan Abu, Sulfur, C, N, H, dan O2 . Serta uji abu yang terbentuk; SiO2, Al2O3, Fe2O3, TiO2, CaO2, MgO2, K2O, Na2O, P2O3, SO3, Rasio Asam-Basa, dan Rasio Titik Lelehan Abu.
Seperti sudah diceritakan diatas, bahwa slagging terjadi  bukan (hanya) karena pembakaran yang kurang sempurna, bisa juga karena jenis batu bara yang digunakan yang bisa diketahui dari Rasio Asam-Basa batu bara.
Sudah diketahui uji kandungan batu bara yang digunakan di PLTU Suralaya?
Keempat, kita menuju ash chemistry, menentukan kandungan Asam dan Basa:
1. Asam : Silicon dioxide (SiO2), Aluminum oxide (Al2O3), Titanium dioxide (TiO2)
2. Basa : Iron oxide (Fe2O3), Calcium oxide (CaO), Magnesium oxide (MgO), Potasium oxide (K2O), Sodium oxide (Na2O)
Rasio Asam-Basa
R=B/A
R= (Fe2O3 + CaO + MgO + Na2O + K2O)/(SiO2 + Al2O3 + TiO2)
Bila R antara 0,4 – 0,7 maka High Slagging Potensial
Dari daftar hasil uji kandungan batu bara semua suplier “batu bara Sub. Bituminus B dan C” di PLTU Paiton memang berpotensi untuk terjadinya slagging.
Dari sini bisa dicari pemecahan masalahnya :
1. Ganti penggunaan operasional batu bara menjadi yang lebih tinggi class-nya.
2. Menggunakan Additive Slagging Removal, dengan biaya yang tidak murah.
Kedua pemecahan diatas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Biasanya manajemen perusahaan akan membuat meeting. Akan ada banyak kepentingan disini, dari sisi teknis maupun politis. :)
Untuk peninjauan dari sisi pembakaran yang kurang sempurna, akan saya upayakan dibuat posting selanjutnya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
Terima kasih buat teman-teman PLTU Paiton untuk studi kasus-nya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar