Jumat, 03 Juni 2011

MEMPRODUKSI MINYAK ATSIRI BIJI PALA

Penyusun : 
Omit Sumitra

Editor : 
Ir. Soesarsono Wijandi M.Sc

BAGIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 
2003  


I. PENDAHULUAN
Salah satu komoditas  yang dianggap mempunyai nilai ekonomi tinggi dan tidak  rowa serta mudah diusahakan adalah tanaman penghasil minyak atsiri antara lain sereh wangi, akar wangi, nilam, cengkeh, dan pala. Ditinjau dari segi pengolahan minyaknya maka hanya dengan menggunakan peralatan sederhana dan murah serta tidak memerlukan keahlian mendalam, pengolahan minyak tersebut dapat dilakukan oleh semua kalangan. Penerapan kegiatan pengolahan minyak atsiri diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan kosong, menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai jual komoditas penghasil minyak atsiri yang sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. Minyak atsiri dari tanaman dapat berasal dari batang  misalnya kulit cendana, masoi; dari daun misalnya cengkeh, sereh wangi, nilam; dari akar misalnya akar wangi; dari bunga misalnya cengkeh, kenanga dan dari buah  misalnya pala. Minyak atsiri pada umumnya diektraksi dengan 4 macam, yaitu metode penyulingan, pressing, ekstraksi dengan pelarut menguap dan ekstraksi dengan lemak padat Untuk minyak atsiri yang berasal dari daun, akar dan kuli batang baik diekstraksi dengan cara penyulingan  (distillation).  Metode penyulingan dapat dilakukan dengan tiga sistem penyulingan yaitu dengan penyulingan air (water distillation), penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation) dan penyulingan dengan uap (steam distillation). 
 
Isi modul  ini menjelaskan tentang penyulingan dengan uap air. Cara ini cukup baik, karena membutuhkan peralatan sederhana, biaya pembuatannya cukup rendah dan dapat dipergunakan secara luas untuk mengektraksi minyak daun cengkeh, bunga cengkeh, akar wangi, daun nilam, daun sereh, daun kayu putih, buah pala serta daun pala.  Penyulingan sistem air dan uap dapat diterapkan dan dikembangkan, baik dalam skala rumahan (home industry) maupun dalam skala industri besar. Penerapan dalam skala kecil   dapat dilakukan di sekolah dengan biaya rendah dan peralatan sederhana.  Modul ini diharapkan meningkatkan  pengetahuan teknis dan ketrampilan praktis bagi peserta diklat dalam hal pengusahaan minyak atsiri skala kecil dan nantinya dapat dikembangkan  dalam penerapan sistem industri skala yang lebih besar  Peserta diklat setelah selesai mempelajari modul ini akan mempunyai kompetensi pengetahuan dan penanganan bahan baku, peralatan ekstraksi, terampil  melakukan ekstraksi  penyulingan  menggunakan sistem uap air untuk minyak atsiri khususnya biji pala [more]
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar