Jumat, 03 Juni 2011

Pengaruh Dosis Koagulan PAC Dan Surfaktan SLS Terhadap Kinerja Proses Pengolahan Limbah Cair Yang Mengandung Logam Besi (Fe), Tembaga (Cu), Dan Nikel (Ni) Dengan Flotasi Ozon

Pengaruh Dosis Koagulan PAC Dan Surfaktan SLS Terhadap Kinerja
Proses Pengolahan Limbah Cair Yang Mengandung Logam Besi (Fe),
Tembaga (Cu), Dan Nikel (Ni)
Dengan Flotasi Ozon
 
Eva Fathul Karamah,  Setijo Bismo
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Kampus UI Depok 16424
Email: eva@che.ui.edu; sbismo@che.ui.edu
 

Abstrak
 

Flotasi telah lama digunakan sebagai proses separasi logam-logam berat dari air limbah. Biasanya pada proses ini digunakan oksigen sebagai difusernya. Akan tetapi, pada penelitian ini digunakan campuran udara-ozon sebagai difuser. Dengan ditambahkan ozon yang memiliki beberapa kelebihan dibandingkan oksigen, proses kinerja proses flotasi diharapkan akan meningkat. Pada proses flotasi diperlukan beberapa bahan kimia tambahan, diantaranya surfaktan dan koagulan. Oleh karena itu perlu diketahui berapa dosis yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil yang optimum.
Pada proses flotasi ini digunakan tiga jenis limbah, yaitu limbah besi, limbah tembaga, dan limbah nikel. Pertama-tama air limbah yang dibuat dari garamnya dicampur dengan zeolit yang berfungsi sebagai bahan pengikat, Sodium Lauril Sulfat (SLS) sebagai surfaktan, NaOH sebagai pengatur pH, dan Polyaluminum chloride (PAC) sebagai koagulan. Kemudian limbah yang telah dicampur dimasukkan ke dalam tangki flotasi. Campuran udara-ozon sebagai difuser dialirkan sehingga dapat mengangkat limbah logam ke permukaan sehingga dapat dipisahkan dari air. Sampel yang diambil dianalisis kandungan logamnya, pH, DO, dan CODnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis PAC dan SLS dapat meningkatkan persentase pemisahan logam dari air limbah hingga mencapai diatas 95%. Akan tetapi kenaikan tersebut memiliki kondisi optimum. Dosis PAC optimum untuk tembaga dan besi adalah 0,133 g/L sedangkan untuk nikel adalah 0,067 g/L. Dosis optimum SLS untuk ketiga logam tersebut adalah 0,4 g/L. Dengan dosis PAC dan SLS optimum didapat persentase pemisahan logam besi sebesar 99,67%, sedangkan persentase pemisahan logam tembaga sebesar 89,39%, dan persentase pemisahan logam nikel sebesar 99,15%
 
Kata kunci: Flotasi; Ozon; Polyaluminum chloride, Sodium Lauril Sulfat.  
free complete pdf file: download

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar