Minggu, 24 April 2011

BIOKIMIA: LIPID DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT STROKE


TUGAS MATA KULIAH BIOKIMIA
MAKALAH LIPIDA

LIPID DAN HUBUNGANNYA DENGAN PENYAKIT STROKE




FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN KIMIA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
NOVEMBER 2009

BAB I
PENAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Lemak, disebut juga lipid dikenal sebagai suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh.
Lemak selama ini identik dengan penyakit. Banyak sumber kedokteran menyebutkan bahwa lemak yang berlebihan dalam tubuh atau obesitas dapat menyebabkan seorang rentan untuk terserang berbagai penyakit, seperti  jantung, stroke, komplkasi, dan lain-lain. Namun, tidak banyak orang yang tahu bahwa tidak semua lemak berbahaya, ada lemak yang justru sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh lemak adalah stroke. Stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia. Diperkirakan ada 500.000 penduduk Indonesia yang terkena stroke. WHO sendiri mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak.
Oleh karena pengetahuan akan jenis dan klasifikasi lipid dan hubungan lemak dengan stroke yang sangat minim di masyarakat umum, maka penulis memandang perlu untuk menelaah lebih lanjut tentang lipid, klasifikasinya, pengaruhnya bagi tubuh dan hubungannya dengan penyakit stroke.
1.2 Tujuan
Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut lipid, klasifikasinya, pengaruhnya bagi tubuh dan hubungan antara lemak dengan penyakit stroke
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah klasifikasi lemak ?
2. Bagamanakah pengaruh lemak bagi tubuh?
3. Bagaimanakah hubungan lemak dengan penyakit stroke?



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Lipid dan Klasifikasinya
Lipid adalah senyawa organik yang terdapat  di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya  dietil  eter  (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya. Salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid adalah lemak dan minyak. Lemak dan minyak dapat larut dalam  pelarut yang disebutkan di atas  karena lemak dan minyak mempunyai polaritas yang sama dengan pelaut tersebut.
 Bahan-bahan dan senyawa kimia akan mudah larut dalam pelarut yang sama polaritasnya dengan zat terlarut .  Tetapi polaritas bahan dapat berubah karena adanya  proses  kimiawi. Misalnya asam lemak dalam larutan KOH berada dalam keadaan terionisasi dan menjadi lebih polar dari aslinya sehingga mudah larut serta dapat  diekstraksi    dengan air. Ekstraksi asam lemak yang terionisasi ini dapat dinetralkan  kembali dengan menambahkan  asam sulfat encer (10 N) sehingga kembali menjadi tidak terionisasi dan kembali mudah diekstraksi  dengan pelarut non-polar.
Lemak dan minyak merupakan senyawaan trigliserida atau triasgliserol, yang berarti “triester dari gliserol”  .  Jadi  lemak dan minyak juga merupakan senyawaan ester . Hasil hidrolisis lemak dan minyak adalah asam karboksilat dan gliserol . Asam karboksilat ini juga disebut asam lemak  yang mempunyai  rantai  hidrokarbon  yang panjang dan tidak bercabang.
Lemak  dan minyak merupakan senyawaan trigliserida dari gliserol . Dalam pembentukannya,  trigliserida  merupakan  hasil proses kondensasi  satu molekul gliserol dan tiga molekul  asam lemak (umumnya   ketiga  asam  lemak  tersebut berbeda –beda),  yang membentuk satu molekul trigliserida dan satu molekul air .

Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O) (Anonymous 1, 2009)
Lemak dan minyak dapat  dibedakan berdasarkan beberapa penggolongan, yaitu (Herlina, 2002):
1. Berdasarkan gugus R-nya:
Pada trigliserida di atas, Bila R1=R2=R3 , maka trigliserida yang terbentuk disebut lemak sederhana
(simple triglyceride), sedangkan bila R1, R2,R3, berbeda , maka disebut trigliserida campuran (mixed triglyceride).
Contoh lemak sederhana:           
 - lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida)
- ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi
Selain lemak sederhana, dan campuran, tergapat lemak turunan. Lemak turunan merupakan senyawa-senyawa kimia pemnyusun dari lemak itu sendiri. Adapun contoh lemak turunan adalah asam lemak dan sterol (kolesterol, ergosterol,dsb).
2. Berdasarkan kejenuhannya (ikatan rangkap) :
a. Asam lemak jenuh
Asam    lemak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung  ikatan tunggal pada rantai hidrokarbonnya.   Asam lemak jenuh mempunyai rantai zig-zig yang dapat cocok satu sama lain, sehingga gaya tarik vanderwalls tinggi, sehingga biasanya berwujud padat.

Lemak jenuh cenderung meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, yang merupakan komponen-komponen lemak di dalam darah yang berbahaya bagi kesehatan (Qauliyah, 2006).
b. Asam lemak tak jenuh
Sedangkan asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya .  asam  lemak dengan lebih dari satu ikatan dua tidak lazim,terutama terdapat pada minyak nabati,minyak ini disebut poliunsaturat. Trigliserida tak jenuh ganda (poliunsaturat) cenderung berbentuk minyak.

Saat ini banyak diteliti tentang asam lemak tidak jenuh omega-3 yang banyak terdapat dalam minyak ikan. Manfaat omega-3 antara lain dapat menurunkan kadar lemak darah (kolesterol dan trigliserida) dan dapat mencegah pembekuan darah yang disebabkan butir-butir pembekuan darah (trombosit) yang merupakan hal yang penting dalam mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah arteri. Oleh karena itu, tidak semua lemak berbahaya bagi kesehatan, karena asam lemak tidak jenuh melindungi jantung dan pembuluh darah dengan cara menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah (.Qauliyah, 2006)
3. Berdasarkan sumbernya, lipid dibagi menjadi:

2.1 Lipid dan Pengaruhnya Bagi Tubuh
Selama ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat bahwa lemak dianggap merupakan sumber berbagai penyakit. Namun, tidak semua lemak itu buruk. Kita hanya perlu lebih cerdas dalam memilih lemak yang kita konsumsi. Sebagian besar makanan mengandung berbagai jenis lemak, termasuk lemak jenuh, lemak tidak jenuh ganda, lemak tidak jenuh tunggal, dan lemak trans. Di antara lemak ini, ada yang lebih baik dibandingkan yang lain. Untuk mengenal lebih jauh, berikut uraian mengenai lemak yang sehat dan yang tidak sehat.
Lemak Sehat
Lemak terbaik adalah lemak-lemak yang tidak jenuh, baik lemak tidak jenuh tunggal maupun ganda.  Jenis lemak ini, bila digunakan untuk menggantikan jenis lemak lainnya, orm menurunkan risiko penyakit jantung dengan cara menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat LDL dalam darah. Asam lemak omega-3, salah satu jenis lemak tidak jenuh ganda, sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Omega-3 ini terbukti orm menurunkan risiko penyakit jantung koroner.  Asam lemak omega-3. Bisa diperoleh dari ikan seperti salmon dan mackerel, biji rami, minyak rami, dan kenari.
Selain itu, lemak ini juga berfungsi melawan detak jantung yang tidak normal serta membantu menurunkan tekanan darah.
Berikut merupakan jenis dan sumber lemak sehat:
  • Lemak tidak jenuh tunggal. Bisa diperoleh dari olive oil, minyak kacang, canola oil, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • Lemak tidak jenuh ganda. Bisa diperoleh dari minyak sayur, kedelai, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Lemak Berbahaya
Lemak jenuh dan lemak trans merupakan jenis lemak yang kurang sehat. Lemak ini orm meningkatkan risiko penyakit jantung dengan cara meningkatkan kadar kolesterol total dan sama dengan kolesterol  jahat LDL. Kolesterol yang kita peroleh dari makanan pada dasarnya tidak lemak nabati, tapi kolesterol ini ditemukan pada makanan hewani. Asupan kolesterol dari diet ini akan meningkatkan kadar kolesterol. Tapi, peningkatan ini tidak terlalu berpengaruh dibandingkan dengan lemak jenuh dan lemak trans.
Berikut jenis lemak yang berbahaya beserta sumbernya:
  • Lemak jenuh. Terdapat pada produk-produk hewan (seperti daging, unggas, makanan laut, telur, produk-produk susu, serta mentega) dan minyak kelapa.
  • Lemak trans. Terdapat pada minyak sayur yang dihidrogenasi, produk-produk bakaran (seperti crackers dan kue), serta makanan yang digoreng.
Berdasarkan rekomendasi dari U.S. Department of Agriculture (USDA) dan the Department of Health and Human Services (HHS), seperti yang dikutip situs mayo clinic, asupan lemak tidak boleh melebihi 35% dari total kalori harian Anda. Artinya, jika Anda mengikuti diet 1.800 kalori dalam sehari, asupan lemak Anda tidak boleh lebih dari 70 gram/hari.(Caranya: kalikan 1.800 dengan 0.35 untuk mendapatkan 630 kalori, dan dibagi dengan 9, jumlah kalori per gram lemak, untuk mendapatkan 70 gram total lemak). Anda juga harus ingat, ini merupakan batasan maksimum. Selain itu, sebagian besar dari lemak ini sebaiknya berasal dari sumber lemak tidak jenuh tunggal dan ganda. Menurut USDA dan HHS, batas lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10% dari total kalori harian dan kolesterol kurang dari 300 miligram sehari (Magfiroh, 2009).
2.3 Lemak dan hubungannya dengan penyakit stroke

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah dan oksigen ini dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala ormone fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu (Anonymous 2, 2009).


 

Gambar. Penyakit Stroke
Stroke dibagi menjadi dua jenis yaitstroke iskemik maupun stroke hemoragik (Anonymous 2, 2009)
  • Stroke iskemik yaitu tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti. 80% stroke adalah stroke Iskemik.
  • Stroke hemoragik adalah stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah otak. Hampir 70% kasus stroke hemoragik terjadi pada penderita hipertensi.
Stroke di sebabkan oleh banyak ormon antara lain (Anonymous 2, 2009):
  • Faktor resiko medis, antara lain Hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi), Kolesterol, Aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), Gangguan jantung, diabetes, Riwayat stroke dalam keluarga, Migrain.
  • Faktor resiko perilaku, antara lain Merokok (aktif & pasif), Makanan tidak sehat (junk food, fast food), Alkohol, Kurang olahraga, Mendengkur, Kontrasepsi oral, Narkoba, Obesitas.
  • 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan arteriosklerosis, Menurut ormonei. 93% pengidap penyakit ormoneis ada hubungannya dengan penyakit tekanan darah tinggi.
  • Pemicu stroke pada dasarnya adalah, suasana hati yang tidak nyaman (marah-marah), terlalu banyak minum ormone, merokok dan senang mengkonsumsi makanan yang berlemak.
Pada dasarnya, bukan lemak langsung yang mempengaruhi timbulnya penyakit stroke, tapi turunan dari lemak yaitu kolesterol.  Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan dari makanan yang dimakan. Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol (Anonymous 1, 2009).
Penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya lemak jenuh dan kolesterol seperti daging, telur, dan produk susu dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan berpengaruh pada risiko aterosklerosis dan penebalan pembuluh. Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke (Anonymous 1, 2009)


BAB III
KESIMPULAN

Lipid adalah senyawa organik yang terdapat  di alam serta tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik non-polar,misalnya  dietil  eter  (C2H5OC2H5), Kloroform(CHCl3), benzena dan hidrokarbon lainnya. Lipid atau yang umum disebut lemak, tersusun dari reaksi asam lemak dengan gliserol. Asam lemak ada yang baik untuk tubuh dan juga berbahaya untuk tubuh. Lemak jenuh (ikatan tunggal) yang umumnya lemak hewani cenderung meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida, yang merupakan komponen-komponen lemak di dalam darah yang berbahaya bagi kesehatan. Sebaliknya, lemak tidak jenuh (ikatan rangkap) yang umumnya lemak nabati melindungi jantung dan pembuluh darah dengan cara menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Agar tidak membahayakan tubuh batas lemak jenuh sebaiknya kurang dari 10% dari total kalori harian dan kolesterol kurang dari 300 miligram sehari .
Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak akibat sumbatan, penyempitan, atau pecahnya pembuluh darah. Salah satu faktor resiko stroke adalah obesita/ kelebihan lemak. Jenis lemak ini adalah kolesterol. Kolesterol sebenrnya bermanfaat bagi tubh, karena merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D, hormon seks  dan asam empedu. Namun jika jumlahnya berlebihan dapat membahayakn.  Kadar kolesterol di bawah 200 mg/dl dianggap aman, sedangkan di atas 240 mg/dl sudah berbahaya dan menempatkan seseorang pada risiko terkena penyakit jantung dan stroke






DAFTAR PUSTAKA
Anonymous 2, 2009, GEJALA PENYEBAB DAN AKIBAT STROKE, http://www.medicastore.com/brown_seaweed/gejala_sebab_stroke.htm
Herlina,Netti ,MT dan M. Hendra S. Ginting, ST , 2002, LEMAK DAN MINYAK, Fakultas Teknik ,Jurusan Teknik Kimia , Universitas Sumatera Utara, http://library.usu.ac.id/download-fttkimia-Netti.pdf.
Maghfiroh, Yuliatul, 2009, LEMAK BAIK VS LEMAK JAHAT
Qauliyah, Asta, 2006, TAK SEMUA LEMAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN, http://astaqauliyah.com/2006/08/23/tak-semua-lemak-berbahaya-bagi-kesehatan/







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar