Tampilkan postingan dengan label penyulingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyulingan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011

TINJAUAN SISTEM PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH LA BARIDE

(Fakultas Teknik Jurusan Mesin -Unidayan- Jln. Sultan Dayanu Iksanudddin No. 100 Baubau) 

ABSTRACT
 

The research is aimed at analysing the effect of fouling toward the heat rapid the boiler wall which causing the drop of work effectivity  of the system. This is finally influence the product of oleum kayu putih.  

PENDAHULUAN

             Potensi industri kecil di daerah Maluku yang menggunakan bahan baku rempah-rempah yang cukup baik karena ditunjang oleh ketersediaan bahan bakunya yang banyak didaerah ini. Salah satu industri kecil yang dimaksud adalah produksi minyak kayu putih. Proses pembuatan minyak kayu putih ini menggunakan system destilasi atau penyulingan dengan menggunakan sebuah ketel sebagai komponen utama dan beberapa komponen pendukung seperti pipa-pipa kondensor untuk proses penyulingan dan penampungan hasil suling. Saat proses penyulingan berlangsung penempatan bahan dan fluida kerja berada pada satu ketel. Didalam ketel bahan baku daun kayu putih dan fluida kerja dibatasi oleh sebuah papan kayu yang berpori yang berfungsi sebagai sekat.   
           Akibat pemanasan yang kontinyu selama proses produksi maka pada dasar ketel yang diisi fluida kerja akan terjadi penumpukan kerak, selain itu dari bahan baku biasanya terdapat partikel kecil yang menyebabkan fouling.
            Jadi fouling pada dinding ketel disebabkan oleh dua hal yaitu kerak karena kwalitas air yang kurang baik dan kotoran dari bahan baku daun kayu putih yang tidak ikut menguap pada saat proses penyulingan.
Salah satu produsen minyak kayu putih di daerah ini adalah CV. HMT dan dari sumber diatas diperoleh bahwa setelah dipakai dalam jangka waktu 2 tahun, maka peralatan produksi mengalami penurunan efektifitas
dalam mentransfer panas akibat terjadinya fouling yang terdapat pada dinding sebelah dalam. Hal ini sangat mungkin terjadi karena peralatan suling pada CV. HMT dioperasikan 12 kali penyulingan dalam sebulan , sehingga dalam jangka waktu 2 tahun terjadi 288 kali penyulingan tanpa adanya perawatan berkala. 
        Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh fouling terhadap laju perpindahan panas pada dinding ketel yang mengakibatkan penurunan efektifitas kerja dari sistem.
Pdf file: download

MEMPRODUKSI MINYAK ATSIRI BIJI PALA

Penyusun : 
Omit Sumitra

Editor : 
Ir. Soesarsono Wijandi M.Sc

BAGIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN 
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH 
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 
2003  


I. PENDAHULUAN
Salah satu komoditas  yang dianggap mempunyai nilai ekonomi tinggi dan tidak  rowa serta mudah diusahakan adalah tanaman penghasil minyak atsiri antara lain sereh wangi, akar wangi, nilam, cengkeh, dan pala. Ditinjau dari segi pengolahan minyaknya maka hanya dengan menggunakan peralatan sederhana dan murah serta tidak memerlukan keahlian mendalam, pengolahan minyak tersebut dapat dilakukan oleh semua kalangan. Penerapan kegiatan pengolahan minyak atsiri diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan kosong, menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai jual komoditas penghasil minyak atsiri yang sekaligus dapat meningkatkan pendapatan. Minyak atsiri dari tanaman dapat berasal dari batang  misalnya kulit cendana, masoi; dari daun misalnya cengkeh, sereh wangi, nilam; dari akar misalnya akar wangi; dari bunga misalnya cengkeh, kenanga dan dari buah  misalnya pala. Minyak atsiri pada umumnya diektraksi dengan 4 macam, yaitu metode penyulingan, pressing, ekstraksi dengan pelarut menguap dan ekstraksi dengan lemak padat Untuk minyak atsiri yang berasal dari daun, akar dan kuli batang baik diekstraksi dengan cara penyulingan  (distillation).  Metode penyulingan dapat dilakukan dengan tiga sistem penyulingan yaitu dengan penyulingan air (water distillation), penyulingan dengan air dan uap (water and steam distillation) dan penyulingan dengan uap (steam distillation). 
 
Isi modul  ini menjelaskan tentang penyulingan dengan uap air. Cara ini cukup baik, karena membutuhkan peralatan sederhana, biaya pembuatannya cukup rendah dan dapat dipergunakan secara luas untuk mengektraksi minyak daun cengkeh, bunga cengkeh, akar wangi, daun nilam, daun sereh, daun kayu putih, buah pala serta daun pala.  Penyulingan sistem air dan uap dapat diterapkan dan dikembangkan, baik dalam skala rumahan (home industry) maupun dalam skala industri besar. Penerapan dalam skala kecil   dapat dilakukan di sekolah dengan biaya rendah dan peralatan sederhana.  Modul ini diharapkan meningkatkan  pengetahuan teknis dan ketrampilan praktis bagi peserta diklat dalam hal pengusahaan minyak atsiri skala kecil dan nantinya dapat dikembangkan  dalam penerapan sistem industri skala yang lebih besar  Peserta diklat setelah selesai mempelajari modul ini akan mempunyai kompetensi pengetahuan dan penanganan bahan baku, peralatan ekstraksi, terampil  melakukan ekstraksi  penyulingan  menggunakan sistem uap air untuk minyak atsiri khususnya biji pala [more]